11/03/2007

'UNICEF Menganjurkan Pemberian ASI Setengah Jam Setelah Melahirkan'

Kamis, April 05, 2007


Badan dunia bidang anak-anak, UNICEF, menganjurkan kaum ibu di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) agar memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada bayinya berselang setengah jam setelah melahirkan.

"Susu pertama yang keluar dari ibu itu kaya akan zat gizi dan memiliki zat anti bodi yang dapat melindungi bayi dari serangan penyakit," kata Kepala Unicef Aceh-Nias, Edouard Beigbeder, pada kegiatan pekan ASI sedunia 2006 di Puskesmas Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Kamis.

Ia menyatakan, bayi dapat diberi makanan tambahan setelah enam bulan kemudian, namun tidak boleh lupa bahwa pemberian ASI itu tetap dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun.

Kampanye satu bulan meningkatkan kesehatan dan gizi anak pekan ASI sedunia 2006 itu juga dirangkaikan dengan peringatan satu tahun penandatanganan nota kesepakatan damai (MoU) antara Pemerintah RI-GAM di Helsinki, 15 Agustus 2005.

Dalam kampanye pekan ASI sedunia yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi NAD bekerjasama dengan UNICEF, juga digelar kegiatan bakti sosial berupa khitanan massal di seluruh kabupaten/kota di provinsi NAD.

Direncanakan, sebanyak 2.100 anak dari keluarga kurang mampu (termasuk anak yatim) akan dikhitan. Khitanan massal sudah berlangsung sejak 7 hingga 15 Agustus 2006.

Selain itu, sebanyak 550 ribu anak di Aceh akan mendapatkan kapsul vitamin A dan 420 ribu anak (24 - 59 bulan) diberi tablet anti cacing, albendozal.

Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional, CARE menyebutkan setidaknya 40 persen anak balita di Aceh menderita penyakit cacing.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan provinsi NAD, T Anjar Asmara, menyatakan, di daerahnya terdapat enam kasus Xeropthalmia, yakni di kecamatan Kota Fajar, Kabupaten Aceh Selatan.

Ia menyebutkan, kurangnya `intake` gizi, tidak diberikannya vitamin A, adanya penyakit infeksi serta kondisi sosial ekonomi masyarakat yang masih rendah merupakan faktor penyebab yang berkaitan satu dengan lainnya.

Oleh karena itu, katanya, pemberian kapsul vitamin A dapat meningkatkan daya tahan tubuh anak dan mencegah kebutaan.

Penelitian kesehatan dan gizi yang dilaksanakan pada bulan Agustus - September 2005 yang lalu, memperlihatkan bahwa 8,9 persen anak-anak balita di NAD mengalami gizi buruk (malnutrisi).

"Mari kita galakkan pemberian ASI sesegera mungkin untuk bayi dan jangan ditunda sampai berhari-hari kemudian," kata Anjar Asmara.

Kampanye pekan ASI 2006 bertema `Pengawasan Kode International, 25 tahun mendukung ASI`, itu diharapkan menyemangati pembuat keputusan di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota, dalam membuat kebijakan yang mendukung ASI serta melakukan pengawasan terhadap promosi susu formula.

Secara nasional, diketahui bahwa hanya 40 persen ibu memberi ASI kepada bayi mereka, sementara menurut penelitian Kesehatan Indonesia tahun 2002 disebutkan bahwa balita Indonesia hanya diberi ASI selama kurang dari dua bulan. antara/pur


Sumber: http://www.republika.co.id/

The comments are closed.