11/02/2007
Mahasiswa Minta Bantuan Akhir Studi Dinaikan
Di Posting Tanggal 16 Agustus 2007 Oleh webmaster
Wamena – Sekitar 200-an mahasiswa asal Jayawijaya, Selasa (14/8) lalu melakukan pertemuan dengan Plt. Bupati Jayawijaya Nikolas Jigibalom S.Sos. guna membicarakan pembagian beasiswa bagi mahasiswa studi akhir yang sedang menempuh kuliah sekarang ini.
Dalam pertemuan itu mereka meminta pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah yang cepat guna membagikan dana bantuan studi akhir.Bahkan mereka juga meminta kenaikan bantuan studi Rp. 2.500.000.
Menanggapi permintaan mahasiswa itu, Plt. Bupati Jayawijaya Nikolas Jigibalom S.Sos. mengatakan dalam penyaluran bantuan studi akhir dirinya sendiri yang akan membagikan di setiap kota studi.
Menurutnya, agar bantuan studi akhir ini bernar-benar dinikmati para mahasiswa pihaknya akan melakukan kros cek data dari mahasiswa agar tidak terjadi kesalahan dalam penyalurannya.
“Besarnya dana yang akan di terima mahasiswa akan disesuaikan dengan kondisi kebutuhan yang ada karena masih ada pendanaan untuk sector yang lainnya,” terangnya.
Untuk itu Plt. Bupati Nikolas menghimbau kepada semua mahasiswa yang berhak menerima dana bantuan ini untuk tetap tinggal di daerah studi masing-masing karena pembagiannya akan langsung dilakukan di kota studi masing-masing.
“Realisasikan seusai 17-an ( perayaan HUT RI ), serta akan disesuaikan dengan tugas-tugas yang ada,” ujarnya. Dia juga meminta para mahasiswa yang berasal dari kota studi di luar wamena untuk dapat kembali ke kota studinya sehingga secepatnya dapat menerima bantuan studi akhir.**(sumber:papuapos)
11:30 Posted in Kabupaten Jayawijaya | Permalink | Comments (0) | Email this
SMA Kristen Dipalang
Di Posting Tanggal 22 Agustus 2007 Oleh webmaster
Wamena – SMA Kristen Wamena yang terletak di jalan Hom-Hom, Selasa (21/8) kemarin kembali dipalang oleh pemilik tanah. Pemalangan itu dilakukan dengan alasan belum menerima pembayaran uang tanah.
Aksi pemalangan dilakukan pemilik tanah dengan menutup pintu masuk sekolah dengan batang pohon dan mengunci pintu pagar hingga para guru dan siswa tidak dapat melakukan aktifitas kegiatan belajar pada saat itu.
Dari keterangan para guru dan kepala sekolah, menyebutkan pemalangan ini bukan yang pertama kali terjadi dan alasan yang dipakai oleh pemilik tanah selalu sama bahwa tanah tersebut belum dibayar oleh pemilik yayasan.
“Dari dulu juga begitu mereka selalu meminta uang tanah padahal yayasan sudah membayar harga tanah yang saat ini dipakai yayasan,” ujar Ety salah satu guru SMA Kristen.
Menurutnya, aksi pemalangan selalu dilakukan oleh orang yang sama yang dulunya menerima harga tanah yang dijual kepada yayasan sekolah tersebut, bahkan diluar aksi pemalangan yang dilakukan pemilik tanah sering meminta uang kepada guru-guru atau kepala sekolah yang tinggal di area sekolah.
Dan untuk menunjukan bahwa tanah yang digunakan oleh sekolah telah dibeli dengan sah, dihadapan Kapolsek Wamena kota pihak sekolah melalui kepalanya sekolahnya menunjukan arsip pembelian tanah yang dilakukan beberapa waktu lalu.
Namun karena tanah yang dibeli tersebut belum diaktekan oleh yayasan, pemilik tanah selalu menjadikan hal tersebut sebagai alas an bahwa tanah tersebut belum dibayar.
Setelah diketahui bahwa terjadi pembelian tanah melalui surat yang sah, akhirnya Kapolsek Wamena kota, Iptu.Philip Ladjar meminta bekas pemilik tanah untuk membuka palang yang dibuat karena dari aksi itu menimbulkan efek yang tidak baik dan pemalangan berkahir pada hari itu juga.**(sumber:papuapos)
11:30 Posted in Kabupaten Jayawijaya | Permalink | Comments (0) | Email this
Anak Harus Menerima Pendidikan
Di Posting Tanggal 29 Agustus 2007 Oleh webmaster
Wamena – Untuk mengisi dan melanjutkan hasil pembangunan diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan handal. Untuk itu pendidikan sudah harus diberikan kepada Anak sejak dari usia dini. Agar tercipta SDM yang handal dan bisa bersaing dengan SDM lainya.
Disampaikan Bupati Tolikara, DR (HC) Jhon Tabo, MBA saat melakukan kunjungan kerja di Desa Kanero Distrik Bokoneri, Selasa (28/8) kemarin, pendidikan merupakan bekal ilmu bagi seseorang untuk menjadi pelaku pembangunan.
”saya minta semua usia sekolah harus sekolah agar bisa meneruskan pembangunan dan membuat pembangunan baru ditengah masyarakat,” ujar
Lanjut bupati, sebelumnya perlu diciptakan manusia yang sehat. Karena dengan cara hidup sehat dan pemenuhan gizi yang cukup mutu sumber daya manusia yang siap pake akan tercapai.
Itu sebabnya untuk menunjang kesehatan masyarakat, pemerintah memulainya dengan pembangunan sarana-sarana kesehatan dan masyarakat harus memahami kehadiran sarana kesehatan yang dibuat pemerintah.
Kembali ketugas pemerintah dalam hal ini aparat distrik, kepala distrik dan aparatnya dibawah hingga kepala desa harus memberikan pengertian kepada masyarakatnya tentang hidup sehat.
Itu sebabnya Pemda (pemerintah daerah) Tolikara pada tahun merencanakan pemberian makanan tambahan secara gratis kepada ibu-ibu hamil anak-anak usia sekolah agar mutu gizi masyarakat khususnya yang ada didesa-desa semakin baik agar dengan gizi yang baik anak generasi penerus bisa tumbuh dengan baik.
“ tahun depan pemda akan memberikan makanan tambahan bagi ibu-ibu hamil dan anak-anak usia sekolah agar dengan gizi yang baik generasi penerus bisa tumbuh dengan baik,”ujarnya.
Selain itu Pemda Tolikara akan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang ada didesa-desa, masyarakat bisa mengunjungi tempat-tempat kesehatan tanpa harus takut mengeluarkan biaya,” nanti kita atur agar masyarakat mau mendatangi puskesmas, dibuatkan kartu agar agar masyarakat bisa berobat gratis,”jelasnya.
Setelah kebutuhan kesehatan terpenuhi dan masyarakat bisa menerima arti kesehatan bagi kehidupan mereka, dilanjutkan dengan pemenuhan pendidikan bagi anak usia sekolah.**(sumber:papuapos)
11:30 Posted in Kabupaten Tolikara | Permalink | Comments (0) | Email this

