11/02/2007

Mutu Pendidikan di Paniai Harus Ditingkatkan

Di Posting Tanggal 03 Mei 2007 Oleh webmaster

Enarotali – Peringatan hari pendidikan nasional digelar kemarin secara serempak di Indonesia dan Papua, tak terkecuali di kabupaten Paniai.


Perayaan Hardiknas ini menjadi momentum peningkatan kualitas pendidikan di kabupaten Paniai mengingat hingga kini masih jauh dari memuaskan. Hal tersebut dikeluhkan sejumlah guru mulai dari angkatan 66 hingga 69 usai peringatan Hardiknas di kabupaten itu.
Mereka menilai saat ini mutu pendidikan di kabupaten Paniai semakin hari merosot. Hal ini disebabkan tenaga guru yang tidak melaksanakan tugas mereka dengan baik dimana sering meninggalkan tugas.
Akibatnya proses belajar mengajar di sekolah-sekolah tidak berjalan sebagai mana mestinya sehingga berdampak pada kualitas pendidikan siswa.
Apalagi para guru lebih sering mencari jabatan yang lebih baik, dengan mengekar jabatan kepala distrik, anggota DPR, kepala bagian maupun kepala badan.
Ini diperparah dengan pucuk pimpinan di dinas pendidikan kabupaten Paniai tidak bisa mengambil tindakan tegas kepada para guru yang tidak melaksanakan tugasnya.
Begitupun dengan pemberiaan insentif yang layak agar mereka lebih betah mengajar di sekolah-sekolah yang menjadi tempat tugasnya.
Bahkan saat ini salah satu masalah yang muncul dalam dunia pendidikan adalah beredarnya ijasah-ijasah palsu yang digunakan masyarakat. Menurutnya mereka pihak dinas pendidikan harus segera mengambil langkah untuk menindak oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab itu dengan tegas sebab hal ini sama saja memperparah mutu pendidikan di Paniai.
Sementara peringatan Hardiknas digelar dalam suatu upacara yang berlangsung aman, tertib dan lancer.
Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai Thobias Ukago, S.Pd mewakili Bupati Kabupaten Paniai Naftali Yogi, S.Sos. Usai upacara itu dibagikan hadiah-hadiah bagi pemenang lomba memperingati hut tersebut.**(Sumber:papuapos)

Pemerintah Terus Dorong Keberhasilan Pendidikan berkelas Dunia

Di Posting Tanggal 03 Mei 2007 Oleh webmaster

Timika - Seiring dengan amanat UUD 1945 dan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah saat ini terus mendorong adanya pertumbuhan pendidikan bermutu, dan bersaing sampai ke tingkat dunia melalui beberapa kegiatan.


Bertepatan dengan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) masyarakat Indonesia maupun masyarakat di daerah harus bertekad untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu tinggi dengan kualitas dunia.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibio dalam sambutannya yang disampaikan Bupati Kabupaten Mimika Atanasius Allo Rafra, SH dalam upacara peringatan Hardiknas tingkat Kabupaten Mimika di Lapangan Timika Indah, Rabu (2/5). Turut hadir dalam dalam upacara ini Muspida dan Muspida Plus, pada pimpinan isntansi, para guru dan pimpinan yayasan pendidikan, semua sekolah dan Perguruan Tinggi yang ada di Timika, para guru, organisasi perampuan, dan tokoh-tokoh pendidikan di Kabupaten Mimika.
Peringatan Hardiknas yang mengusung thema ‘Dengan Semangat Hardiknas Kita Sukseskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Thema mengacu pada visi dan misi Depdiknas mengenai pendidikan nasional yaitu mewujudkan pendidikan yang mampu melahirkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, berkeadilan, bermutu dan relefan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.

Visi dan misi pendidikan nasional, tersebut merupakan landasan filosofi dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional untuk mewujudkan cita-cita, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mewujudkan cita-cita pendidikan tersebut sejak awal telah dirintis oleh para pendahulu bangsa ini sejak awal kemerdekaan.
Misalnya Tokoh Pendidikan Nasional Kihajar Dewantoro, telah gigih berjuang meletakan pilar bagi fundasi pembangunan pendidikan Indonesia demi mencapai cita-cita sesuai amanat tersebut.|
Semangat dan perjuangan Kihajar Dewantoro dalam upaya mencerdaskan bangsanya telah memberikan inspirasi yang tak pernah kering serta memberikan doronga serta suri tauladan bagi penerus bangsa untuk terus berjuang dan bekerja keras dalam upaya membangun pendidikan sesuai amanat tersebut.
Dijelaskan, waktu demi waktu, setapak-demi setapak, seiring pasang surut perjalanan bangsa, telah terangkai sejarah pendidikan nasional, dalam mengemban amanat UUD 1945. Walaupun belum optimal, namun dengan berbagai upaya perbaikan terus dilakukan pada setiap hari termasuk hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei sebagai anak bangsa dapat merenung kembali, mengkaji ulang sejauhmana upaya bangsa ini, dalam mewujudkan cita-cita dan amanat UUD 1945.
Leibh lanjut dijelaskan, perjalanan bangsa ini dalam menapaki cita-cita ini dalam jalur yang benar, dalam menapaki cita-cita bangsa, pemerintah dan masyarakat Pendidikan Indonesia telah memiliki UU No 20 tahun 2003 mengenai Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU No 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta beberapa undang-undang dan peraturan-peraturan lainnya yang saat ini tengah dipersiapkan pembahasannya.
Semua tata aturan tentang pendidikan tersebut merupakan kesepakatan bangsa ini, dalam upaya memberikan landangan operasional dalam upaya pencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih dari itu dalam amandemen ke 4, UUD 1945 pada tahun 2000, bangsa Indonesia telah menyepakati untuk memprioritaskan 20 persen, APBN dan APBD untuk sektor pendidikan setiap tahunnya.**(sumber:papuapos)

10:45 Posted in Info Umum | Permalink | Comments (0) | Email this

Pemkab Tolikara Launching Website

Di Posting Tanggal 30 Maret 2007 Oleh

Pemkab Tolikara Launching Website Jayapura – Mengantisipasi informasi yang kian berkembang dengan pesat bahkan sampai ke penjuru dunia, Pemerintah Kabupaten Tolikara tidak mau ketinggalan dalam dunia informasi ini. Dengan maksud agar informasi yang keluar tidak sampai salah dan tidak akurat, Pemkab Tolikarapun meluncurkan Website sendiri, di wilayah pegunungan tengah.
Lounching Website yang kemarin (28/3) diluncurkan Pemkab Tolikara melalui Bupati Jhon Tabo, dikatakannya, hal ini bertujuan agar informasi yang keluar dari daerahnya benar-benar informasi yang akurat mengenai potensi daerah, sampai kepada semua hal-hal yang menyangkut Pemkab Tolikara maupun pihaknya selaku Bupati Tolikara.


“Perkembangan dunia informasi saat ini, banyak yang salah. Baik dari lawan politik, dari sahabat, banyak yang salah dalam pemberitaan. Bisa jadi ini pembenaran, karena itu saya perlu melakukan yangbaik karena saya sebagai salah satu pejabat public,” ujarnya kepada wartawan, di Swiss Bell Hotel. Ia mengatakan, informasi yang keluar banyak yang terjadi tidak akurat, sampai pada isu yang dikembangkan diluar.
Untuk menjawab itu, katanya kemudian, Ia ingin membangun SDM Papua di pedalaman dengan potensi daerah yang ada di pegunungan tengah. Hal ini katanya yang membuatnya berinisiatif meluncurkan website karena ini tidak membuang informasi dengan biaya yang besar.
Ke depan, era globalisasi, lanjutnya, akan terjadi informasi yang berkembang luar biasa, sehingga antisipasi dari awal, Tolikara bisa ikuti perkembangan ini dimana selama ini belum ada sarana seperti itu. “Secara pribadi iformasi ini kelihatan sepele, ternyata dampak dari informasi sangat luar biasa karena sampai diluar negeri juga bisa menangkap,” katanya kemudian. Ia menambahkan, dengan Website yang sudah diluncurkannya, Bupati-Bupati lain juga bisa ikuti.
Karena belum ada satelit sendiri, katanya lagi, untuk sementara ini pihaknya memakai satelit Telkomsel Ujung Panjang. Intinya, peluncuran website ini, kata dia lebih lanjut, ia ingin memberi informasi yang jelas dan langsung supaya jangan banyak opini salah yang dibangun di dunia luar. Masyarakat dapat mengakses website tersebut melalui, www.tolikara.go.id dan www.johntabo.com.** (papuapos)