11/02/2007
Butuh 100 Triliun Buka Isolasi Papua
Di Posting Tanggal 10 2007 Oleh
Wamena- Gubernur Papua, Barnabas Suebu, SH menyatakan dibutuhkan dana sekitar Rp.100 triliun untuk membuka isolasis yang mengkukung Papua saat ini terutama didaerah pegunungan agar Papua bisa seperti pulau jawa .
Agar kebodohan dan keterbelakangan yang selama ini menyelimuti masyarakat Papua bisa teratasi terutama yang mereka yang tinggal didaerah pegunungan yang merupakan masyarakat asli Papua,” butuh 100 triliun untuk membuka isolasi Papua dan saya akan berupaya untuk itu,” ujar Barnabas Suebu dalam kegitan turun kampung di Kurima, rabu (8/8) lalu.
Dan untuk mendapatkan dana sebesar itu, dirinya selaku gubernur akan mencari dana tersebut diluar negeri karena tidak mungkin mendapatkan dana sebesar itu walau dengan tahapan melalui dana pemerintah.
Sebagai langkah awal untuk membuka isolasi itu adalah dengan membangun manusianya terlebih dahulu yang dilanjutkan dalam sebuah keluarga dari situ baru dilakukan pembukaan isolasi daerah dengan infrastruktur, baik jalan-jalan tembus dan sarana pendukung lainnya.
Dengan membangun manusia Papua terlebih dahulu diharapakan dapat tercipta SDM (Sumber Daya Manusia) yang handal untuk melakukan pembukaan isolasi daerah agar dengan SDM yang handal dapat mengolah kekayaan yang dimiliki tanah Papua dengan manajemen yang baik.
Untuk itu masyarakat Papua harus menyadari perlunya pendidikan untuk bekal ilmu dalam membangun Papua. Karena dengan pendidikan yang didapat nantinya masyarakat tidak lagi bisa dibodoh-bodohi dan menjadi pekerja yang handal ditanahnya sendirinya agar tidak perlu lagi tenaga asing untuk mengarap tanah Papua dengan kekayaan yang berlimpah.
Dan hal yang perlu diperhatikan dalam membangun Papua adalah dengan menciptakan kondisi yang aman dan kondusif agar pembangunan yang dilakukan bisa berjalan dan kesejahteraan yang dinginkan dapat terwujud.**(papuapos)
11:25 Posted in Info Umum | Permalink | Comments (0) | Email this
Pemerintah Terus Dorong Keberhasilan Pendidikan berkelas Dunia
Di Posting Tanggal 03 Mei 2007 Oleh webmaster
Timika - Seiring dengan amanat UUD 1945 dan UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistim Pendidikan Nasional, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah saat ini terus mendorong adanya pertumbuhan pendidikan bermutu, dan bersaing sampai ke tingkat dunia melalui beberapa kegiatan.
Bertepatan dengan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) masyarakat Indonesia maupun masyarakat di daerah harus bertekad untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu tinggi dengan kualitas dunia.
Demikian dikatakan oleh Menteri Pendidikan Nasional Prof Dr Bambang Sudibio dalam sambutannya yang disampaikan Bupati Kabupaten Mimika Atanasius Allo Rafra, SH dalam upacara peringatan Hardiknas tingkat Kabupaten Mimika di Lapangan Timika Indah, Rabu (2/5). Turut hadir dalam dalam upacara ini Muspida dan Muspida Plus, pada pimpinan isntansi, para guru dan pimpinan yayasan pendidikan, semua sekolah dan Perguruan Tinggi yang ada di Timika, para guru, organisasi perampuan, dan tokoh-tokoh pendidikan di Kabupaten Mimika.
Peringatan Hardiknas yang mengusung thema ‘Dengan Semangat Hardiknas Kita Sukseskan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”. Thema mengacu pada visi dan misi Depdiknas mengenai pendidikan nasional yaitu mewujudkan pendidikan yang mampu melahirkan insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif, berkeadilan, bermutu dan relefan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global.
Visi dan misi pendidikan nasional, tersebut merupakan landasan filosofi dalam kerangka pembangunan pendidikan nasional untuk mewujudkan cita-cita, sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Untuk mewujudkan cita-cita pendidikan tersebut sejak awal telah dirintis oleh para pendahulu bangsa ini sejak awal kemerdekaan.
Misalnya Tokoh Pendidikan Nasional Kihajar Dewantoro, telah gigih berjuang meletakan pilar bagi fundasi pembangunan pendidikan Indonesia demi mencapai cita-cita sesuai amanat tersebut.|
Semangat dan perjuangan Kihajar Dewantoro dalam upaya mencerdaskan bangsanya telah memberikan inspirasi yang tak pernah kering serta memberikan doronga serta suri tauladan bagi penerus bangsa untuk terus berjuang dan bekerja keras dalam upaya membangun pendidikan sesuai amanat tersebut.
Dijelaskan, waktu demi waktu, setapak-demi setapak, seiring pasang surut perjalanan bangsa, telah terangkai sejarah pendidikan nasional, dalam mengemban amanat UUD 1945. Walaupun belum optimal, namun dengan berbagai upaya perbaikan terus dilakukan pada setiap hari termasuk hari pendidikan nasional yang jatuh pada tanggal 2 Mei sebagai anak bangsa dapat merenung kembali, mengkaji ulang sejauhmana upaya bangsa ini, dalam mewujudkan cita-cita dan amanat UUD 1945.
Leibh lanjut dijelaskan, perjalanan bangsa ini dalam menapaki cita-cita ini dalam jalur yang benar, dalam menapaki cita-cita bangsa, pemerintah dan masyarakat Pendidikan Indonesia telah memiliki UU No 20 tahun 2003 mengenai Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas), UU No 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, serta beberapa undang-undang dan peraturan-peraturan lainnya yang saat ini tengah dipersiapkan pembahasannya.
Semua tata aturan tentang pendidikan tersebut merupakan kesepakatan bangsa ini, dalam upaya memberikan landangan operasional dalam upaya pencerdaskan kehidupan bangsa. Lebih dari itu dalam amandemen ke 4, UUD 1945 pada tahun 2000, bangsa Indonesia telah menyepakati untuk memprioritaskan 20 persen, APBN dan APBD untuk sektor pendidikan setiap tahunnya.**(sumber:papuapos)
10:45 Posted in Info Umum | Permalink | Comments (0) | Email this

