10/31/2007
Diperkirakan 41% Siswa Usia Sekolah (0-19Thn) di Nabire Masih Buta Huruf
Dalam tahun 2007 ini,Ditjen PMPTK telah melakukan pemetaan Pendidikan di Kabupaten Nabire. Dari data yang ada usia sekolah (0-19 thn) di Kabupaten Nabire dalam tahun 2007 sebanyak 73.414 jjiwa(sumber BPS Nabire). Dari Jumlah usia sekolah yang ada sebanyak 43.215 jiwa sudah terdaftar di setiap satuan pendidikan yang ada (255 sekolah) mulai tingkat PAUD – SMA,(sumber dinas pendidikan nabire). Sedangkan 30.119 jiwa belum terdaftar pada satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Nabire. Dengan demikian dari data tersebut disimpulkan bawah diperkirakan 41% masih buta huruf dari anak usia sekolah sebanyak 73.414 jiwa yang ada. Belum termasuk usia angkatan kerja dan usia lanjut.
Untuk itu diharapkan semua pihak yang ada di wilayah Kabupaten Nabire ikut peran aktif dalam pembangunan Sumber Daya Manusia Papua ke depan. (Yanus)
12:58 Posted in Kabupaten Nabire | Permalink | Comments (0) | Email this
10/29/2007
Dari Nabire Ke Jakarta
Bapak Zakharias
Dari Pedalaman Nabire Bertemu Dirjen PMPTK
ImageJakarta (5/9). Setelah sabar menanti akhirnya keinginan Bapak Zakharias untuk menemui Bapak Dirjen PMPTK, Fasli Jalal di ruang kerja terlaksana juga.
Beliau berada di Jakarta setelah mengikuti pelatihan pengawas di Salatiga beberapa waktu lalu dan tetap tinggal untuk menyampaikan segala program dan kegiatan yang telah dilakukkannya di kampung serta memperluas wawasan mengenai perkembangan dunia pendidikan saat ini. “Saya seperti akan bertemu dengan Tuhan” demikian beliau katakan ketika berjabat tangan dengan Bapak Dirjen PMPTK, Fasli Jalal yang juga didampingi Bapak Horas Situmorang, Kasubdit Program, Direktorat PTK-PNF.
Bapak Zakharias saat ini golongan III/c, telah 38 tahun mengabdikan dirinya di pedalaman Nabire – Papua sebagai seorang Guru SD, Kepala Sekolah, Pengawas TK/SD, Kepala Kantor Dinas Kecamatan dan Penilik PLS. Meski menjelang pensiun, beliau masih bersemangat untuk meningkatkan pengetahuan untuk dibagikan pada anak didik dan rekan sekerjanya di 38 kampung, bagian dari Distrik Mapia dan Distrik Kamu, Kabupaten Nabire.
Dalam keseharian, Bapak dari 4 orang anak ini mengembangkan Pendidikan Non Formal (PNF) dalam bentuk PKBM di daerah yang menjadi tanggung jawabnya. Hal tersebut dibuktikan dengan membuka bundalan-bundalan catatan lusuh yang menyimpan segala data dan informasi atas hasil kerjanya. Pendidikan Non Formal yang dikembangkan adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Paket A (Setara SD), Paket B (Setara SMP), Paket C (Setara SMA), Buta Huruf dan Ketrampilan Wanita. Untuk tahun 2007, dari 190 peserta ujian setara SMP lulus 149 orang sedangkan dari 90 peserta ujian setara SMA lulus 72 orang.
Hingga kini, siswa didik buta huruf sebanyak 757 orang, setara SD 1286 orang, masih ditambah siswa didik untuk ketrampilan wanita yang meliputi ketrampilan jahit-menjahit, memasak, gizi, mengasuh anak dsb. Agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik, para siswa didik diasuh oleh 26 orang tutor untuk pendidikan kesetaraan dan 32 orang tutor untuk pendidikan buta huruf, sedangkan untuk Ketrampilan Wanita dipimpin oleh ibu Margareth. Kesemua tutor diambil dari guru SD, SMP dan SMA yang pada pagi hari mengajar di sekolah formal sementara sore hari mengajar di PKBM.
Bapak Fasli Jalal, Dirjen PMPTK mengatakan bahwa begitu hebatnya Bapak Zakharias hingga mampu mengelola sekolah dan PKBM di 38 kampung selama lebih dari 20 tahun. Seharusnya pemerintah mampu menemukan dan memberikan penghargaan pada orang-orang yang memiliki pengabdian dan pengorbanan seperti Bapak Zakharias sehingga dapat menjadi contoh bagi rekan tenaga kependidikan yang lainnya. (Penulis : Yulie/Setditjen)
07:24 Posted in Kabupaten Nabire | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Papua Education

