11/02/2007

YPK Natnabui Butuh Perhatian Pemerintah

Di Posting Tanggal 14 Maret 2007 Oleh webmaster

Serui -Kejayaan yayasan Pendidikan Kristen (YPK) yang telah banyak melahirkan para pemimpin dan pejabat diprovinsi Papua khususnya di Yapen Waropen tampaknya kian terus memudar.


Bahkan tidak mungkin kejayaan YPK di era tahun 70 dan 80 akan sirna jika pengurus YPK tidak segera berbenah diri.
Sekarang saja banyak sekolah dasar(SD) YPK dengan kondisi
bangunan sekolah dalam kondisi rusak ditambah dengan guru yang mengajar di sekolah YPK terus berkurang.
SD YPK di kampung Natabui distrik Yapen Barat misalnya sekolah yang berada di kampung dan berada di pegunungan yang terisolir dan jauh dari kota ini selain sangat kekurangan tenaga guru juga sangat kekurangan perabot sekolah terutama bangku belajar bagi para murid- murid dan buku- buku pelajaran.
Kepala dinas P dan P cabang distrik Yapen Barat Onesimus Wayoi yang ditemui di lobi kantor bupati mengungkapkan sebelumnya pihaknya sudah merencanakan pemerataan guru untuk semua sekolah.
Namun seiring dengan bergulirnya reformasi dan orang Papua mecanangkan diri menjadi tuan di negeri sendiri diterjemahkan secara sempit dimana orang Ansus harus kembali ke Ansus, orang Dawai harus kembali ke Dawai sehingga kampung- kampung yang putra aslinya masih belum ada yang maju menjadi terlupakan.
"Kondisi inilah yang dialami kampung Natabui. guru yang dulu mengajar di SD YPK Natabui meninggalkan kampung Natabui kembali ke kampung halamannya akibatnya guru di SD YPK terus berkurang. Sedang guru baru enggan ke Natabui mengingat kampung itu sangat terpincil dan terisolir" kata Wayoi.
Wayoi melanjutkan hal ini sudah disampaikan ke dinas P dan P kabupaten untuk segera mengirimkan tenaga guru tetapi sampai saat ini masih belum ada tindak lanjutnya.
Saat ini SD satu - satunya di kampung Natabaui masih sangat kekurangan guru sebab guru yang ada hanya 3 orang yang terdiri dari satu guru kelas sekaligus kepala sekolah, satu orang guru agama ditambah satu guru kontrak untuk mengajar 98 murid dari kelas satu hingga kelas enam.
Berbagai permasalahan yang dihadapi YPK sekarang ini Wayoi yang juga merupakan alumnus YPK mengharapkan pengurus Alumnus YPK yang sudah terbentuk dapat mengkaji permasalahan yang selama ini dihadapi YPK agar ke depan program pembangunan YPK dapat dilaksanakan dengan baik guna menyelamatkan YPK yang terus terpuruk serta nemempatkan guru yang loyal terhadap tugas yang ditetapkan.
Dia juga berharap pemerintah daerah untuk meninjau kembali rencana pemerataan guru bagi sekolah - sekolah yang masih kekurangan tenaga guru mengingat YPK merupakan mitra pemerintah disektor pendidikan dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa.** (sumber:papuapos)

30 Guru SMA Yawa Ikut Pasca Sarjana

30 Guru SMA Yawa Ikut Pasca Sarjana
Di Posting Tanggal 05 Agustus 2007 Oleh webmaster

Serui - Untuk menunjang peningkatan kwalitas penyelenggaraan pendidikan di kabupaten Yapen Waropen, pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan Universitas Pendidikan Nasional.

Kerja sama itu berupa pengiriman 30 orang guru untuk mengikuti pendidikan program S-2 di perguruan tinggi tersebut.
Kepala dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Yapen Waropen Drs. Zakarias Sanuari yang ditemui di lobi kantor bupati menjelaskan kesepakatan kerjasama yang sudah ditanda tangani pemerintah daerah dengan universitas pendidikan nasional.
"Pemerintah daerah memberikan bantuan biaya pendidikan bagi 30 orang guru yang sudah dinyatakan lulus seleksi dan sudah mulai mengikuti perkuliahan selama empat semester guna menyelesaikan program pasca sarjana(S- 2 dan S-3).
Dia menyatakan bila guru tidak dapat menyelesaikan pendidikan sesuai dengan target maka dengan terpaksa yang
bersangkutan tidak dibiayai lagi kata Sanuari.
"Sebab pemerintah daerah hanya membiayai pendidikan selama empat semester lebih dari itu ditanggung sendiri" kata Sanuari.
Mengingat selama ini banyak guru yang mengikuti pendidikan baik S-1 maupun S-2 setelah selesai dan kembali ke kabupaten Yapen Waropen banyak yang menuntut jabatan Sanuari menjelaskan bagi 30 orang guru yang sedang mengikuti pendidikan itu sebelumnya telah menandatangani surat pernyataan setelah menyelesaikan pendidikan S2 tetap akan kembali pada profesi sebagai guru dan tetap mengajar di sekolah dan tidak meminta jabataan.
Sebab mereka mengikuti pendidikan program pasca sarjana S-2 dan S-3 adalah untuk meningkatkan kwalitasnya sebagai pengajar agar pendidikan di daerah ini semakin baik.
Ke depan dengan adanya tenaga pengajar lulusan pasca sarjana maka kwalitas pendidikan di daerah ini dapat semakin maju hingga mampu bersaing dengan daerah, lain ujar Sanuari.** sumber:papuapos