11/02/2007
Pendidikan Di Mimika Harus Diperhatikan
Di Posting Tanggal 16 Mei 2007 Oleh webmaster
Timika - Anggota DPR-RI dari Komisi X DPR RI yang menangani bidang pendidikan meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) lebih memperhatikan pembangunan bidang pendidikan di Kabupaten Mimika, yang dianggap masih tertinggal jauh dari daerah lain di Indonesia.
Pimpinan Rombongan Komisi X DPR RI Masduki Baidlowi mengatakan selama ini perhatian dan kepedulian PTFI dalam menunjang peningkatan mutu pendidikan di Mimika sudah cukup baik.
Dalam konteks pendidikan perhatian dari PTFI selama ini sudah cukup baik. Hanya saja kita masih berharap PTFI lebih mengalokasikan dana lagi untuk pengembangan masyarakat terutama dalam hal pendidikan sebab kondisi pendidikan di Mimika dan Papua pada umumnya masih tertinggal jauh dari daerah lain,” kata Masduki Ditemui Papua Pos di Hotel Sheraton Timika, Selasa, .
Rombongan Komisi X DPR RI berkunjung ke Mimika sejak Minggu dan dijadwalkan kembali ke Jakarta Selasa petang. Mereka terdiri dari Masduki Baidlowi, Musfihin Dahlan, Nurul Qomar dan Sarwo Budi Wiryanti. Selama di Mimika para anggota DPR RI itu mengunjungi tambang tembaga dan emas PTFI di Grasberg, sekolah internasional yang dikelola Yayasan Pendidikan Jayawijaya (YPJ) Tembagapura, asrama putra-putri Tomawin Tembagapura yang menangani putra-putri warga tujuh suku, SMKN 1 Kuala Kencana dan Institut Pertambangan Nemangkawi Kuala Kencana.Rombongan Komisi X DPR RI juga berkesempatan bertatap muka dengan Penjabat Bupati Mimika Atanasius Allo Rafra SH, Ketua DPRD Mimika Drs Yosep Yopi Kilangin, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mimika Ausilius You SPd MM, dan Kepala Bagian Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika Drs Fransiskus Kilangin.
Menurut Masduki, dalam kunjungan selama dua hari di Mimika para wakil rakyat telah mendapat banyak masukan dari berbagai pihak tentang apa-apa yang sudah dilakukan PTFI dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di Mimika.
“Kami melakukan penyerapan aspirasi baik dari kalangan DPRD Mimika maupun pemerintah daerah, pada intinya mereka sangat mengharapkan PTFI bisa berbuat lebih banyak lagi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Mimika dari apa yang telah dibuat sebelumnya,” papar Masduki.**(sumber:papuapos)
11:00 Posted in Kabupaten Timika | Permalink | Comments (0) | Email this
Tangani Pendidikan di Mimika Butuh Departemen Khusus
Di Posting Tanggal 31 Januari 2007 Oleh webmaster
Timika – Guna Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Mimika, pemerintah membentuk departemen yang khusus menangani pendidikan tersebut harus didukung dengan pembentukan yayasan maupun lembaga yang diharapkan mendukung program tersebut.
Direktur Papua International College (PIC), Enos Paung,S.Kom kepada Papua Pos yang ditemui diruang kerjanya Selasa (30/1) mengatakan pengembangan sector pendidikan yang diprioritaskan bagi masyarakat lokal sehingga pendidikan dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Pendidikan merupakan suatu peradapan antar manusia yang statis maka system yang dilaksanakan diperlukan adanya pembaharuan yang mengarah sesuai kondisi yang terjadi,” katanya.
Dalam upaya peningkatan itulah pemerintah perlu kerjasama dengan lembaga-lembaga yang bergerak di bidang pendidikan baik itu merancang program jangka pendek, menengah dan panjang yang mengacu pada pemerataan pendidikan secara terfokus dan tepat sasaran.
“PIC siap dengan sejumlah program yang telah diagendakan dan dilengkapai dengan setiap perangkat, namun diharapkan dukungan aktif dari pemerintah, perusahaan dan seluruh komponen masyrakat di Timika dan kami juga mengharapkan agar adanya kerjasama yang dibangun dapat berjalan dengan dasar pengabdian” ungkap Enos.
Lebih jauh dikatakan, keberadaan PIC dan seluruh lembaga Pendidikan lainnya di Timika merupakan suatu perkembangan yang sangat menunjang kualitas masyarakat namun seiring dengan kondisi perekonomian masyarakat yang tidak mampu untuk menjangkau kesempatan yang tersedia maka diharapkan adanya campur tangan dari pemerintah, perusaahan dan masyarakat (stachholder).
“Jika ada pihak-pihak yang membantu atau bekerja sama dengan kami maupun lembaga lainnya maka biaya pendidikan bagi mahasiswa dengan otomatis akan dijangkau, SPP akan dikurangi dan setiap masyarakat yang ingin meningkatkan pengetahuannya sesuai dengan disiplin ilmunya dapat dijangkau pada tempat-tempat yang tersedia,” tutur Enos
Enos berharap adanya bantuan dari pemerintah hanya saja dalam kenyataannya sampai saat ini belum ada, tetapi dia berupaya untuk tetap mendorong pemerintah, masyarakat dan berbagai pihak untuk bekerja sama meningkatkan SDM di Kabupaten Mimika.
Enos juga berharap ada perhatian perusaahan-perusahaan yang melakukan aktifitas di Kabupaten Mimika karena dinilai bahwa perusahaan mempunyai kontribusi yang sangat besar dengan memelibatkan tenaga ahli yang tersedia sehingga dipenerapan ilmu dapat disesuaikan dengan perkembangan dunia kerja sehingga tercapi lulusan yang terbaik dan siap bersaing di dunia kerja. Dicontohkan, upaya PT Freeport Indonesia untuk mengembangkan SDM masyarakat local sangat didukung namun dengan membangun kerjasama antara setiap lembaga-lembaga pendidikan maka masyarakat dapat menimbah ilmu sesuai kemajuan ilmu pengetahuan atau disiplin ilmu yang ditempuh.
”PT FI memiliki banyak tenaga ahli dengan disiplin ilunya masing-masing maka mereka bisa dilibatkan untuk membangun masyarakat dan dapat dilakukan melalui kerja sama antara setiap yayasan maupun lembaga pendidikan yang ada di Timika sehingga seluruh masyarakat local yang mengenyam pendidikan pada setiap lembaga yang tersedia dapat merasakan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan,” katanya.** (sumber:papuapos)
10:35 Posted in Kabupaten Timika | Permalink | Comments (0) | Email this
Tenaga Guru Di Mimika Masih Minim
Di Posting Tanggal 23 Januari 2007 Oleh webmaster
Timika - Peningkatan mutu pendidikan di setiap daerah tergantung dari beberapa faktor penunjang. Salah satu faktor penunjang itu bagi tercipta daerah yang memiliki kemajuan di bidang pendidikan yakni guru. Mimika sesudah terbentuk menjadi Kabupaten Mimika pada 1999 sangat kekurangan tenaga guru untuk memajukan daerah ini dibidang peningkatan kualitas pendidikan di sekolah-sekolah.
Demikian dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mimika, Ausilius You kepada Papua Pos Senin (22/1).diruang kerjanya
You menjelaskan, jumlah sekolah yang tersebar di Kabupaten Mimika baik yang berada di Kota Timika dan distrik-distrik di daerah pedalaman sangat membutuhkan tenaga pengajar yang handal. Jumlah sekolah yang berada di Kabupaten Mimika terdiri 40 sekolah Taman Kanak-Kanak, 84 sekolah dasar, 27 sekolah menengah pertama, tujuh sekolah menengah atas, tujuh sekolah menengah kejuruan dan satu sekolah kolose pendidikan Guru (KPG).
Tenaga guru, jelas You, untuk menunjang kemajuan peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Mimika hanya berjumlah 1.1020 guru dan jumlah ini sangat tidak terjangkau dari harapan dalam memajukan pendidikan di Kabupaten Mimika, apalagi di daerah pedalaman yang sangat susah dijangkau yang dikarenakan letak geografis di Kabupaten Mimika yang penuh rawa-rawa dan gunung-gunung.
Perencanaan pada tahun 2007 ini, kata You, akan dilaksanakan pemerataan dalam menempatkan guru-guru di daerah pedalaman Kabupaten Mimika.
“Pada 2007 ini akan dilaksanakan perekrutan guru-guru dan akan ditempatkan di daerah pedalaman Mimika. Guru bidang studi seperti bahasa inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia, Fisika sangat kurang sehingga perekrutan akan diutamkan bagi bidang-bidang studi tersebut,” jelasnya.
Dilain pihak, jelas You, kebanyakan guru-guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil dan guru-guru honor yang bertugas di daerah pedalaman sering meninggalkan tempat tugas dan berada di Kota Timika sehingga kepala sekolah yang tersebar di daerah pedalaman sudah dipanggil supaya disiplin mengajar bagi guru yang berada di daerah pedalaman ditingkatkan, sebab selama ini orangtua murid sering melaporkan bahwa guru tidak ada disekolah.
“Saya tegaskan guru-guru yang meninggalkan tempat tugas tanpa ada alasan jelas akan diberikan sanksi dengan mengurangi dana insentif yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika. Saya punya guru-guru banyak yang bandel serta meninggalkan tempat tugas sampai berbulan-bulan,” jelasnya.
Disamping itu faktor penunjang lain, tambah You, sangat dibutuhkan dalam meningkatan pendidikan di Kabupaten Mimika adalah sarana dan prasarana. Kebanyakan sekolah-sekolah yang tersebar di Kabupaten Mimika yang diperkirakan 40 persen sudah rusak berat, sehingga pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Mimika sudah mengganggarkan dana Rp 10, 415.000.000 untuk merehab gedung sekolah yang sudah rusak baik di Kota Timika maupun di daerah pedalaman Mimika.
“Banyak gedung sekolah di daerah pedalaman Mimika yang membutuhkan perhatian dalam merenovasi sehingga proses belajar mengajar tidak terganggu,” katanya.** (sumber:papuapos)
10:32 Posted in Kabupaten Timika | Permalink | Comments (0) | Email this
SD YPPK Hiripau Di Palang PBM Macet
Di Posting Tanggal 24 Januari 2007 Oleh webmaster
Timika - Terhitung mulai tanggal 27 November 2006 sampai saat ini proses belajar mengajar pada SD YPPK ST Aloysisu Hiripau Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika terhenti total, ini disebabkan karena adanya salah seorang warga yang bernama Albnert Pakawa yang mengaku sebagai pemilik hak tanah yang saat ini dipakai oleh SD YPPK ST Aloysius sebagai tempat bangunan dari SD tersebut.
Kepala Sekolah SD YPPK Hiripau Bernadus Mahera ketika di temui di kediamannya di Mapurujaya mengatakan bahwa terhitung mulai tanggal 27 November 2006 SD YPPK Hiripau secara total tidak ada proses belajar mengajar, dan juga para guru saat ini juga sudah tidak berani datang lagi kesekolah termasuk seluruh murid yang berjumlah 144 siswa. Kejadian ini terjadi pada tanggal 27 November 2006 saat saya bersama dewan guru lagi memberikak pelajaran kepada seluruh siswa tiba-tiba datang seseorang yang bernama Albert Pakawa datang mengobrak-abrik sekkolaj kami, dianatara memotong daun pintu sebnayak tiga bua, dan merubuhkan papan pengumuman serta lonceng bel. Tak Cuma itu pelaku juga mengancam kepada dewsan guru agar sekolah ditutup dan harus menyelesaikan dulu ganti rugi tanah tersebut yang saat ini dipergunakan sebagai bangunan sekolah.
Menurut Bernadus bahwa persoalan ini sudah kami sampaikan kepada pihak yayasan dan Dinas Pendidikan dan Pengajaran akbupaten Mimika, dan kami menilai kedua lembaga ini terlambat menanggapi persoalan ini sehingga sampai saat ini proses belajar mengajar masih terhenti. Kami bersama dewan guru pernah membuat surat kepada yayasan dan dinas P dan P tentang adanya tuntutan dari salah seorang yang mengaku sebagai pemilik hak tanah, dan saat itu juga kami sepakat bersama beberapa dewan guru sudah melakukan mogok dengan meliburkan selruh siswa dan guru, dengan harapan pihak-pihak yang berkepentingan dapat segera menyelesaikan persoalan ini secepatnya. Sepengetahuan kami bahwa tanah yang saat ini di pergunakan oleh SD YPPK sudah diserahkan kepada Sekolah oleh orang-orang tua dulu, tokoh-tokoh masyarakat kepada sekolah, namun ternyata setelah berlangsung sepuluh tahun lebih baru ada pihak-pihak mengklaim bahwa tanah tersebut masih belum diselesaikan. Lanjut Bernadus bahwa dengan tidak jalannya proses bel;ajar mengajar tentunya sangat merugikan terutama kepada murid-muridnya yang mana telah ketinggalan dalam mengejar target kurikulum nasional, dan kepada orang tua murid juga dianggap selama ini tidak terlalu peduli atau paling tidak membantu mencari penyelesaian tentang sengketa tanah tersebut.
Menurut kepala Dinas P dan P kabupaten Mimika Aloysius You Spd yang ditemui secara terpisah mengatakan bahwa Dinas kami tidak akan membayar ganti rugi tanah tersebut sebab tanah tersebut sudah sah milik sekolah karena saat itu telah diserahkan kepada sekolah oleh tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat, sehingga kami anggap bahwa persoalan tanah tidak ada lagi. Kalaupun ada pihak-pihak yang mengaku sebagai pemilik dan membuiat onar atau keributan di sekolah itu kami anggap tindakan kriminal dan seharusnya aparat keamanan dapat mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang acapkali memngancam para guru dan murid.
Salah seorang tokoh pendidikan Jack Emeyauta kepada Tribun Papua menanggapi adanya pemalangan salah satu sekolah di Hiripau mengatakan bahwa semestinya bila ada persoalan mengenai sengketa tanah tidak perlu harus berimbas pada tidak berjalannjya proses belajar mengajar sebab ini sangat merugikan bagi generasi kita, alangkah baiknya kita duduk bersama menyelsaiakn secara baik tidak diselesaikan dengan melakukan tindakan-tindakan kekerasan yang dapat merugikan kita semua. ** (sumber:papuapos)
10:30 Posted in Kabupaten Timika | Permalink | Comments (0) | Email this
Mimika Dapat Dana Block Grant Rp1,8 M
Di Posting Tanggal 23 Januari 2007 Oleh webmaster
Timika - Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Mimika, Ausilius You mengatakan tahun 2007 Kabupaten Mimika mendapat dana block grant bidang pendidikan senilai Rp 1.845.000.000. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional yang disalurkan melalui Departemen Pendidikan , dimana dana tersebut akan dicairkan dalam waktu yang kemudian disalurkan melalui rekening kepala sekolah ke masing-masing sekolah.
Sebanyak 45 sekolah dasar yang tersebar di Kabupaten Mimika akan mendapat dana block grant tersebut dan setiap sekolah mendapatkan dana Rp 41 Juta. Lerbih jauh dua berharap, Dana block grand yang diberikan pemerintah pusat secara langusng ke sekolah-sekolah itu dapat digunakan untuk pengembangan pendidikan secara khususnya, baik dari sisi operasional sekolah, peningkatan kesejahteraan guru dan pembelian sarana infrastruktur berupa buku-buku.
“Dana ini akan disebarkan di distrik dan diprioritaskan bagi sekolah di daerah pedalaman Kabupaten Mimika. Dana ini juga merupakan anggaran tahun 2006 lalu,” katanya.
Dana BOS Tahap III Sudah Dicairkan
Lebih lanjut, You menjelaskan, dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahap ke-3 sudah dicairkan bagi 22.290 orang dengan jumlah uang Rp 1.346.500.000 bagi anak-anak di sekolah dasar dan anak-anak disekolah menengah pertama (SMP), 5.425 orang dengan dana yang dicairkan Rp 442.293.500.
“Saya akan terus melakukan pengawasan bagi penggunaan Bantuan Operasional Sekolah yang sudah dicairkan kepada sekolah-sekolah dan apabila ada dana yang tidak digunakan akan dikenakan sanksi,” tegasnya. **
10:25 Posted in Kabupaten Timika | Permalink | Comments (0) | Email this

