10/29/2007
Mengefektifkan Kembali Guru Yang Ada
Sekedar di Ketahui,hampir 40 tahun Tanah Papua bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ternyata Pendidikan di daerah ini sangat memprihatinkan. Data terakhir Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Depdiknas, tahun 2006, Kabupaten Yahukimo dengan jumlah pendiuduk 110.080 jiwa, Data BPS Jayawijaya tahun 2005, dari 43 ribu usia angkatan sekolah hanya 16.000 jiwa yang terdaftar di 69 sekolah Dasar,7 SMP dan 2 SMA yang ada di Yahukimo. Sedangkan sisanya diperkirakan masih buta huruf karena mereka belum berpendidikan. Data lapangan menunjukkan dari 317 guru PNS yang terdaftar di Dinas Pendidikan Yahukimo belakangan diantara mereka banyak yang di tarik ke jalur struktural dan diangkat menjadi Kepala Distrik, diangkat menjadi eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Daerah, ada yang dipilih menjadi DPRD dan ada pula yang menjadi ketua parpol. Sekitar 139 Guru masih berada di kota Wamena dengan berbagai alasan yang dapat dimaklumi, turun ke kota wamena untuk membawah laporan, mengambil gaji, mengurus nasib (kenaikan pangkat) ke Dinas Pendidikan Yahukimo di Dekai. sulitnya mendapat penerbangan pesawat untuk kembali ke lokasi, tidak ada hiburan di tempat tugas singkatnya masih minimnya kesejahteraan, membuat guru masih menetap di kota wamena hingga memakan waktu yang lama bahkan berbulan-bulan. Dengan demikian dari 16.000 siswa usia angkatan sekolah yang terdaftar di semua jenjang pendidikan yang ada diperkirakan hamper 40% hadir bertatap muka dengan guru, untuk sekolah yang gurunya masih aktif.
Dari data tersebut diperkirakan hampir 70% penduduk dari beberapa kabupaten pegunungan tengah propinsi Papua tidak memperoleh pendidikan dengan baik, dengan berbagai masalah yang menghantui daerah itu.
Dilapangan ditemukan siswa SMP masih ada yang belum bisa membaca dan menulis, situasi seperti ini apakah kita orang papua akan mampu bersaing dengan orang lain,guru orang asli papua saja sudah bermalas-malasan, mengajar saja dengan terpaksa bukan dengan hati.
Untuk mengatasi berbagai masalah yang ada di rasa perlu untuk mencari terobosan-terobosan baru terutama bagaimana caranya guru yang ada untuk diefektifkan kembali, selanjutnya bagaimana meningkatkan kompetensi dan kesejahteraannya. Program peningkatan kompetensi melalui Kelompok Kerja Guru,Kelompok Guru Mata Pelajaran,Kelompok Kerja Kepala Sekolah,Kelompok Kerja Pengawas Sekolah, dan kegiatan lainnya.(yanus).
03:30 Posted in Kabupaten Yahukimo | Permalink | Comments (0) | Email this | Tags: Papua Education

